Hingga Jumat (5/12) siang, Polda Jawa Tengah mengaku belum menerima instruksi apa pun dari Mabes Polri. Arahan yang ditunggu-tunggu itu terkait nasib dua aktivis lingkungan, Adetya Pramandira dan Abdul Munif, yang masih mendekam di tahanan. "Belum ada arahan. Yang menangani Polrestabes Semarang," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto.
Menurutnya, peran Polda sejauh ini hanya sekadar menampung salah satu tersangka. Dera dititipkan di rutan Polda, sementara Munif tetap berada dalam tahanan Polrestabes Semarang.
"Betul hanya dititipkan saja ke Polda. Karena pelayanan untuk rutan ini lebih bagus dan lebih luas," jelas Artanto memberi alasan.
Kedua pemuda itu ditangkap akhir Agustus lalu. Polrestabes Semarang menjerat mereka dengan tuduhan penghasutan dan pelanggaran UU ITE, bermula dari sebuah aksi demonstrasi.
Di sisi lain, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari Polrestabes Semarang sendiri ternyata tak membuahkan hasil. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Syahduddi, sama sekali tak merespons berbagai permintaan wawancara, baik lewat pesan singkat maupun telepon.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral