Kabupaten Lumajang diguncang kabar pagi itu. Gunung Semeru, raksasa di Jawa Timur itu, kembali menunjukkan amarahnya pada Jumat (5/12) pagi. Dari puncaknya, gumpalan abu pekat menyembur tinggi ke langit, membentuk kolom yang mengerikan.
Menurut pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tercatat terjadi tepat pukul 07.33 WIB. Mereka melaporkan, kolom abu itu mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, pada tanggal 05 Desember 2025 pukul 07.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (±4.676 m di atas permukaan laut),"
Begitu bunyi keterangan resmi PVMBG yang dirilis tiga jam kemudian. Tak hanya itu, mereka juga mencatat detail teknis lainnya.
"Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 2 menit 40 detik,"
Status Siaga atau Level III pun tetap dikenakan pada gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Situasinya jelas mengharuskan kewaspadaan ekstra.
Nah, terkait hal itu, PVMBG sudah mengeluarkan sejumlah imbauan penting untuk keselamatan warga. Pertama, mereka melarang segala aktivitas di sektor tenggara, tepatnya sepanjang aliran Besuk Kobokan. Jaraknya? Cukup jauh, 13 kilometer dari puncak. Bahkan di luar titik itu, masyarakat diminta jangan mendekati tepian sungai dalam radius 500 meter. Soalnya, daerah itu berisiko diterjang perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 km.
Catatan kecil: Besuk Kobokan ini berada di wilayah Lumajang, di lereng tenggara Semeru.
Kedua, jangan coba-coba mendekat ke puncak. Radius 5 kilometer dari kawah dinyatakan sebagai zona berbahaya karena ancaman lontaran batu pijar yang bisa datang tiba-tiba.
Terakhir, kewaspadaan harus terus dipupuk. Masyarakat diimbau mewaspadai ancaman beruntun yang mungkin menyusul: awan panas, guguran lava, dan tentu saja lahar. Ancaman ini terutama mengintai di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan anak-anak sungai dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar. Situasinya dinamis, dan semua mata tertuju pada gunung yang kembali tak tenang ini.
Artikel Terkait
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram