Soal jadwal pemeriksaan mendalam terhadap Lin, polisi masih belum punya kepastian. Tapi, mereka berjanji akan segera melakukannya.
Di sisi lain, ada fakta lain yang mengemuka. Rupanya, fasilitas produksi perusahaan itu sudah tutup operasinya. Dan bukan cuma tutup biasa mereka menutupnya persis sebulan sebelum insiden pelepasan Cesium terjadi. Hal ini tentu mengundang tanda tanya besar.
“Jadi setelah kami dalami, memang perusahaan tersebut tutup persis satu bulan sebelum Cesium ini menguap. Memang kami sudah curiga dari awal,” jelas Sardo, mengonfirmasi temuan penyelidikannya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding pabrik itu? Dalam proses produksi stainless steel, seharusnya mereka pakai bijih besi murni. Kenyataannya? Mereka malah memilih rute yang lebih murah dan berisiko: mengolah besi bekas rongsokan yang dibeli dari pengepul. Besi-besi tua itulah yang kemudian diolah ulang menjadi berbagai produk. Praktik ini, diduga kuat, menjadi sumber masalah yang memicu kekacauan lingkungan tersebut.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions