Soal jadwal pemeriksaan mendalam terhadap Lin, polisi masih belum punya kepastian. Tapi, mereka berjanji akan segera melakukannya.
Di sisi lain, ada fakta lain yang mengemuka. Rupanya, fasilitas produksi perusahaan itu sudah tutup operasinya. Dan bukan cuma tutup biasa mereka menutupnya persis sebulan sebelum insiden pelepasan Cesium terjadi. Hal ini tentu mengundang tanda tanya besar.
“Jadi setelah kami dalami, memang perusahaan tersebut tutup persis satu bulan sebelum Cesium ini menguap. Memang kami sudah curiga dari awal,” jelas Sardo, mengonfirmasi temuan penyelidikannya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding pabrik itu? Dalam proses produksi stainless steel, seharusnya mereka pakai bijih besi murni. Kenyataannya? Mereka malah memilih rute yang lebih murah dan berisiko: mengolah besi bekas rongsokan yang dibeli dari pengepul. Besi-besi tua itulah yang kemudian diolah ulang menjadi berbagai produk. Praktik ini, diduga kuat, menjadi sumber masalah yang memicu kekacauan lingkungan tersebut.
Artikel Terkait
Yanuar Nugroho Sindir MBG: Proyek yang Abaikan Akal Sehat
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang
Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabilitas atau Kekosongan Makna di Era Prabowo?
Mekanisme Ajaib dalam Tubuh: 10.000 Kerusakan DNA Diperbaiki Setiap Hari