“Harusnya tim DVI kita bisa langsung setelah dapat jenazah dari relawan atau tim kita, bisa kita langsung identifikasi. Sidik jari dulu yang cepat. Kemudian baru antemortemnya, setelah antermortem selesai baru clear baru kita cari,” lanjutnya menjelaskan skema prioritas.
Di sisi lain, operasi gabungan terus berjalan. Dedi menekankan kolaborasi yang solid di lapangan. Tim dari Jakarta turun semua, bahu-membahu dengan pemerintah daerah, Basarnas, BNPB, TNI, dan sektor terkait lainnya.
“Ini kecepatan kita juga untuk segera mengevakuasi korban, baik itu korban meninggal dunia, khususnya korban yang harus kita selamatkan dan mendapat perawatan rumah sakit,” pungkasnya. Tujuannya jelas: mempersingkat duka keluarga dan menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban