“Harusnya tim DVI kita bisa langsung setelah dapat jenazah dari relawan atau tim kita, bisa kita langsung identifikasi. Sidik jari dulu yang cepat. Kemudian baru antemortemnya, setelah antermortem selesai baru clear baru kita cari,” lanjutnya menjelaskan skema prioritas.
Di sisi lain, operasi gabungan terus berjalan. Dedi menekankan kolaborasi yang solid di lapangan. Tim dari Jakarta turun semua, bahu-membahu dengan pemerintah daerah, Basarnas, BNPB, TNI, dan sektor terkait lainnya.
“Ini kecepatan kita juga untuk segera mengevakuasi korban, baik itu korban meninggal dunia, khususnya korban yang harus kita selamatkan dan mendapat perawatan rumah sakit,” pungkasnya. Tujuannya jelas: mempersingkat duka keluarga dan menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Desain Matang Jika WFH Dilanjutkan