Dewas KPK Panggil JPU, Tersandung Lambannya Bobby Nasution Diperiksa

- Kamis, 04 Desember 2025 | 17:00 WIB
Dewas KPK Panggil JPU, Tersandung Lambannya Bobby Nasution Diperiksa

Dewan Pengawas KPK akhirnya turun tangan. Mereka memanggil dan memeriksa tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) lembaga antirasuah itu, Rabu (3/12) siang. Penyebabnya, tim JPU dinilai lamban bahkan dianggap gagal menghadirkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai saksi dalam sidang kasus suap proyek jalan.

Ketua Dewas KPK, Gusrizal, membenarkan pemeriksaan itu. "Benar, siang ini kami memeriksa JPU, sebagaimana laporan ke Dewas," ujarnya kepada awak media.

Ini bukan pertama kalinya kasus ini memantik kontroversi. Sebelumnya, pada 17 November lalu, Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) sudah lebih dulu melaporkan Kasatgas Penyidikan KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti, ke Dewas. Mereka menuding ada upaya penghambatan proses hukum terhadap Bobby Nasution.

Koordinator KAMI, Yusril S Kaimudin, menjelaskan lebih lanjut.

"Kami hari ini memberikan laporan kepada Dewan Pengawas KPK, terkait dengan persoalan laporan dugaan upaya penghambatan proses hukum terhadap Bobby Nasution yang diduga dilakukan oleh AKBP Rossa Purbo Bekti selaku Kasatgas KPK," kata Yusril.

Menurutnya, laporan itu sekaligus bentuk pertanyaan publik tentang independensi KPK dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan Pemprov Sumut. Yusril juga menyentil peristiwa mencekam di luar ruang sidang: kebakaran rumah sang hakim yang meminta Bobby dihadirkan. "Itu sudah bukan rahasia umum," imbuhnya, tanpa merinci lebih jauh.

KAMI punya sejumlah tuntutan spesifik untuk Dewas. Pertama, minta dilakukan pemeriksaan etik terhadap AKBP Rossa terkait dugaan pelanggaran integritas dan profesionalitas. Kedua, Dewas diminta menilai seberapa jauh tindakan itu merusak kredibilitas KPK. Dan ketiga, mereka mendesak langkah tegas untuk memulihkan kepercayaan publik.

Yusril menegaskan, desakan ini serius. "Ketika respon daripada laporan pengaduan ini tidak terpublikasi secara luas kepada masyarakat semua, maka kami akan turun ke jalan," pungkasnya. Ancaman itu menggantung, menambah suasana panas di sekitar kasus yang tak kunjung jelas ujung pangkalnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar