“Kalau Januari, berkaitan dengan dua hal. Curah hujan tinggi, bahkan ada satu waktu yang hampir sampai 300 [mm]. Menurut saya tinggi banget,” ucap dia.
Menyikapi hal itu, Pemprov DKI tak tinggal diam. Salah satu upaya yang digeber adalah modifikasi cuaca, tentu dengan koordinasi pemerintah pusat. Pramono bersikeras langkah ini harus dilakukan.
“Saya sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca. Enggak bisa enggak. Kita harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, jangan hanya di Jakarta, tetapi juga di Bekasi dan Tangerang,” ujarnya.
Kerja sama intens antara Pemprov, BPBD, BNPB, dan BMKG disebutnya krusial. Tujuannya, mengatur pola hujan agar tidak bersamaan dengan puncak rob yang bisa memperparah banjir.
“Contoh, hari ini, ini sebenarnya kalau enggak ada pengaturan hujan karena robnya lagi naik dan puncak rob itu besok pagi, pasti banjirnya lebih parah,” katanya.
Ia bahkan menyebut perubahan cuaca dari mendung gelap tiba-tiba menjadi cerah adalah salah satu hasil dari upaya modifikasi tersebut.
Selain mengandalkan teknologi, persiapan peralatan konvensional juga diperbanyak. Lebih dari 600 unit pompa disiagakan untuk mengatasi genangan, termasuk di titik rawan seperti Muara Angke.
“Desember sampai Januari memang kami akan lakukan modifikasi cuaca dan penyiapan pompa. Ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke. Bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kita siapkan untuk mengatasi itu,” pungkas Pramono.
Artikel Terkait
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung