Puncak Rob Jakarta Diprediksi Jumat Pagi, Pemprov Siagakan Ratusan Pompa

- Kamis, 04 Desember 2025 | 13:36 WIB
Puncak Rob Jakarta Diprediksi Jumat Pagi, Pemprov Siagakan Ratusan Pompa

Jakarta bersiap. Di tengah laporan genangan air di sejumlah titik pesisir utara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi sudah siaga. Kesiapsiagaan ini menyusul prediksi gelombang pasang yang sebenarnya sudah diantisipasi sejak beberapa hari lalu.

Puncaknya diperkirakan terjadi Jumat besok, tanggal 5 Desember, tepatnya sekitar pukul sembilan pagi.

“Seperti sekarang ini, hari ini tanggal 4, dari kemarin saya sudah mendapatkan data dan sudah menyampaikan ke publik bahwa banjir rob akan terjadi, dan terjadi hari ini. Puncak banjir rob itu besok tanggal 5 jam 09.00 pagi,”

Demikian penjelasan Pramono saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).

Langkah mitigasi pun sudah diperintahkan. Gubernur menyebut telah meminta Dinas Sumber Daya Air dan BPBD untuk fokus pada langkah-langkah penanganan di wilayah yang kerap jadi langganan rob. Sebut saja Muara Angke, Marunda, dan kawasan pesisir lain.

“Mitigasi bencana ini menjadi penting,” tegasnya.

Namun begitu, ancaman ini belum akan cepat berlalu. Menurut Pramono, potensi banjir tak cuma terjadi awal Desember ini. Periode risiko diprediksi bakal berlanjut hingga minggu ketiga bulan ini. Lalu, ancaman serupa diperkirakan kembali meningkat pada Januari mendatang.

Saat itu, curah hujan diprediksi memuncak.

“Kalau Januari, berkaitan dengan dua hal. Curah hujan tinggi, bahkan ada satu waktu yang hampir sampai 300 [mm]. Menurut saya tinggi banget,” ucap dia.

Menyikapi hal itu, Pemprov DKI tak tinggal diam. Salah satu upaya yang digeber adalah modifikasi cuaca, tentu dengan koordinasi pemerintah pusat. Pramono bersikeras langkah ini harus dilakukan.

“Saya sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca. Enggak bisa enggak. Kita harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, jangan hanya di Jakarta, tetapi juga di Bekasi dan Tangerang,” ujarnya.

Kerja sama intens antara Pemprov, BPBD, BNPB, dan BMKG disebutnya krusial. Tujuannya, mengatur pola hujan agar tidak bersamaan dengan puncak rob yang bisa memperparah banjir.

“Contoh, hari ini, ini sebenarnya kalau enggak ada pengaturan hujan karena robnya lagi naik dan puncak rob itu besok pagi, pasti banjirnya lebih parah,” katanya.

Ia bahkan menyebut perubahan cuaca dari mendung gelap tiba-tiba menjadi cerah adalah salah satu hasil dari upaya modifikasi tersebut.

Selain mengandalkan teknologi, persiapan peralatan konvensional juga diperbanyak. Lebih dari 600 unit pompa disiagakan untuk mengatasi genangan, termasuk di titik rawan seperti Muara Angke.

“Desember sampai Januari memang kami akan lakukan modifikasi cuaca dan penyiapan pompa. Ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke. Bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kita siapkan untuk mengatasi itu,” pungkas Pramono.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar