Minggu malam itu, suasana di sekitar minimarket terasa lengang. Dwi, dengan wajah tegang, berkali-kali menengok ke kanan dan kiri. Gerak-geriknya mencurigakan, seolah dia sedang berusaha memastikan bahwa tak ada satu pun mata yang mengawasinya.
Perhatiannya akhirnya tertuju pada sebuah motor yang terparkir. Di spionnya, tergantung sebuah helm hitam merek Alv Ultron Pro. Hanya butuh beberapa detik baginya untuk memutuskan. Begitu merasa aman, helm itu pun direnggutnya dengan cepat.
Sayangnya, semua aksinya terekam jelas oleh kamera pengawas. Tak lama kemudian, wajah Dwi menyebar di media sosial. Dia dicap sebagai pencuri yang meresahkan. Viralnya video itu berujung pada penangkapan dan proses hukum di Pengadilan Negeri Pasuruan.
Sidang digelar pada Rabu (3/12) lalu. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Bagus Sujatmiko, Dwi akhirnya mengaku. Alasan di balik aksi nekatnya itu pun terungkap.
Begitu pengakuan Dwi di persidangan, seperti dikutip dari situs Dandapala MA, Kamis (4/12).
Yang menarik, di sidang itu hadir juga Raxell Akmal, pemilik helm yang dicuri. Mendengar alasan Dwi, hatinya justru tersentuh. Tanpa banyak pikir, Raxell memutuskan untuk memaafkan.
Artikel Terkait
Politik Keluarga: Ketika Panggung Pencitraan Menggusur Ruang Debat
Saksi UGM Bantah Foto di Ijazah Jokowi: Wajahnya Tidak Sama
Saksi Kunci UGM Bantah Wajah di Ijazah Jokowi: Tidak Sama dengan yang Salaman Saya
Jakarta Terapkan Belajar dan Bekerja dari Rumah, Antisipasi Cuaca Ekstrem