Nyaris Diamuk Massa, Pelaku Penipuan Lowongan Palsu Diamankan di Tebet

- Kamis, 04 Desember 2025 | 11:36 WIB
Nyaris Diamuk Massa, Pelaku Penipuan Lowongan Palsu Diamankan di Tebet

Suasana di sekitar Pos Polisi Tebet Timur mendadak tegang Rabu malam lalu. Sekitar pukul delapan lewat lima, kerumunan massa mulai berdatangan. Emosi mereka tersulut oleh seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penipuan lowongan kerja. Dialah Rahmat Prihatin, yang nyaris diamuk warga yang merasa dirugikan.

Menurut sejumlah saksi, Rahmat diamankan polisi tak jauh dari Stasiun Tebet. Aksi itu tepat sebelum situasi benar-benar meledak. Warga yang geram itu mengaku telah dibohongi dengan janji-janji pekerjaan palsu, dari sekuriti hingga pramugara bus Transjakarta. Iming-imingnya? Cukup menggiurkan. Tapi syaratnya, mereka harus merogoh kocek jutaan rupiah.

Sayangnya, janji itu tinggal janji. Hingga kini, para korban tak kunjung bekerja. Uang mereka raib, harapan pun pupus.

Kabid Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Murodih, membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa petugas Polsek Tebet bergerak cepat untuk mencegah aksi main hakim sendiri yang bisa saja terjadi.

“Telah diserahkan 1 orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan,” ujar Murodih, Kamis (4/12).
“Diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi sekitar 2 minggu yang lalu yang terjadi di daerah Kalibata, Jakarta Selatan,” tambahnya.

Rahmat akhirnya dibawa ke Polsek Tebet sekitar pukul sepuluh malam. Di sana, proses penyelidikan dimulai. Dari data sementara, korban mencapai 18 orang. Kerugian materialnya tidak sedikit, berkisar Rp 40 juta. Masing-masing korban dikenai biaya antara dua hingga empat juta rupiah untuk ‘jaminan’ pekerjaan yang ternyata fiktif.

Polisi masih mendalami kasus ini. Mereka berusaha memastikan apakah ada korban lain yang belum berani melapor, sekaligus mengungkap modus penipuan yang dilakukan Rahmat. Di sisi lain, kejadian ini kembali menyoroti kerentanan pencari kerja terhadap bujuk rayu oknum yang memanfaatkan kebutuhan mereka.

Nyaris diamuk massa, nasib Rahmat kini berada di tangan hukum. Sementara para korban, selain berharap uang mereka kembali, juga belajar pilu tentang betapa getirnya mencari pekerjaan di tengah maraknya penipuan berkedok lowongan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar