Video itu beredar cepat di media sosial. Seorang pengguna bertanya pada sebuah aplikasi, "apakah Jokowi alumni UGM?" Jawabannya bikin heboh: bukan. Universitas Gadjah Mada (UGM) pun akhirnya angkat bicara.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan video tersebut menampilkan aplikasi buatan kampus. Namanya Lean Intelligent Service Assistant, atau LISA. Ini hasil kolaborasi UGM dengan Botika, sebuah perusahaan lokal di bidang AI.
kata Andi kepada Tempo, Selasa kemarin.
Bukan ChatGPT, Tapi Layanan Khusus Kampus
Nah, di sinilah poin pentingnya. Andi menjelaskan bahwa LISA itu beda. Dia bukan AI umum yang bisa menjawab segala hal. Aplikasi ini bagian dari program layanan internal UGM, dikembangkan Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan. Fungsinya lebih ke informasi akademik, administrasi, dan hal-hal terkait kehidupan kampus untuk mahasiswa.
“LISA tidak memuat data dan informasi pribadi,” tegas Andi. Intinya, basis datanya terbatas. Dia tidak dirancang untuk mengecek status kelulusan seseorang, apalagi figur publik.
Kontradiksi yang Membingungkan
Kembali ke video viral itu, yang diunggah akun Kritikpedas IG. Jawaban LISA memang aneh. Di satu sisi, dia menyebut Jokowi bukan alumnus. Tapi di kalimat berikutnya, malah bilang Jokowi menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, lalu menambahkan klaim bahwa ia “tidak lulus”.
Artikel Terkait
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi
Pengkhianatan: Aib yang Tak Boleh Dimaafkan
Roy Suryo: 99,9% Palsu dan SP3 yang Menguatkan Kecurigaan
Dokter Tifa Tantang Transparansi: 709 Dokumen Jokowi Masih Jadi Misteri