“Informasi yang disajikan LISA tentang Joko Widodo terlihat tidak konsisten,” aku Andi. Menurutnya, kontradiksi ini justru membuktikan bahwa LISA memang tidak punya kapasitas untuk pertanyaan semacam itu. Logikanya kacau.
Masih Belajar, dan Sumbernya dari Internet
Soal kenapa bisa keliru, Andi punya penjelasan. LISA masih dalam tahap pengembangan awal. Dia tersedia di anjungan digital di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, bisa diakses publik untuk tanya-tanya seputar kampus.
Cara kerjanya dua tahap. Pertama, dia akan mencari di database internal UGM. Kalau tidak ketemu? Dia akan merujuk ke data eksternal dari internet. “Hasil ‘belajar’ ini tentu dipengaruhi oleh akurasi informasi yang didapatkannya dari internet,” ujar Andi. Di situlah masalah bisa muncul, karena informasi di dunia maya belum tentu benar.
Klaim "Tidak Lulus" Itu Salah
Dengan segala penjelasan teknis itu, UGM mengambil sikap tegas. Andi menegaskan bahwa informasi dari LISA soal status Jokowi itu tidak akurat. Titik.
katanya. Pihak kampus merujuk pada pernyataan resmi yang sudah mereka siapkan sebelumnya untuk menjawab isu ini.
Singkatnya, ini adalah kasus salah paham fungsi teknologi. LISA, si asisten digital yang masih belajar, diberi pertanyaan di luar kapasitasnya. Dan jawabannya pun meleset jauh dari fakta.
Artikel Terkait
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi
Pengkhianatan: Aib yang Tak Boleh Dimaafkan
Roy Suryo: 99,9% Palsu dan SP3 yang Menguatkan Kecurigaan
Dokter Tifa Tantang Transparansi: 709 Dokumen Jokowi Masih Jadi Misteri