“Kalau sudah di-approve oleh UNESCO sebagai geopark, maka para wisatawan penasaran mau ke sana,” ujar Tito, menyiratkan daya tarik label internasional itu.
Namun begitu, punya aset saja tidak cukup. Tito mengingatkan, keberhasilan pengembangan geopark butuh komitmen kuat. Tidak hanya dari pemerintah daerah, tapi juga pusat. Ia sadar, kemampuan anggaran tiap daerah tidak sama. Ada yang kuat, tak sedikit pula yang terbatas.
Karena itulah, ia mengusulkan dukungan pendanaan dari Bappenas untuk daerah-daerah yang punya geopark namun kapasitas fiskalnya lemah. Kolaborasi semacam ini dinilai penting agar pembangunan bisa merata dan tidak tertinggal.
Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Director of the UNESCO Office in Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa. Tampak juga sejumlah kepala daerah serta pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga, duduk bersama membahas masa depan geopark Indonesia.
Artikel Terkait
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara