Ancaman langsung dari Gedung Putih itu pun langsung mendapat respons. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tak tinggal diam. Ia dengan tegas membalas pernyataan Trump.
"Jangan ancam kedaulatan kami, atau kalian akan membangunkan jaguar. Menyerang kedaulatan kami adalah deklarasi perang," kata Petro dengan nada keras.
Di sisi lain, Petro juga menyoroti cara kerja negaranya dalam memerangi narkoba. Menurutnya, Kolombia telah menghancurkan laboratorium narkoba setiap 40 menit dan itu semua dilakukan tanpa perlu menggunakan satu rudal pun. Pernyataannya itu seperti ingin menunjukkan bahwa perang melawan narkoba tidak selalu harus diselesaikan dengan kekuatan militer yang brutal.
Kondisinya jadi makin rumit. Ancaman saling menyasar antara dua sekutu lama ini menciptakan ketegangan baru di kawasan yang sudah cukup bergejolak.
Artikel Terkait
Manchester United Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, Tumbang Dramatis dari Newcastle
AHY Khawatir Konflik Timur Tengah Bereskalasi ke Perang Dunia III
Proyek Irigasi Rp68 Miliar di Bone Dihentikan Sementara, Tunggu Rekomendasi Ahli
Jadwal Salat dan Amalan Nuzulul Quran untuk Warga Makassar, 5 Maret 2026