Informasi itu langsung dikembangkan. Tak butuh waktu lama, O berhasil diciduk di sebuah kontrakan di Meruya Utara, Jakarta Barat. Penangkapan terjadi Rabu malam lalu, sekitar pukul setengah sepuluh.
Rupanya, peran O tak cuma sebagai penjual amunisi saja.
“Dari hasil interogasi diketahui bahwa selain menjual amunisi kepada RS, saudara O juga masih menyimpan sejumlah amunisi di tempat tinggalnya,” jelas Abdul Rahim.
Keduanya sekarang ditahan di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih mendalam. Barang bukti yang berhasil diamankan pun cukup banyak. Ada revolver, ratusan butir amunisi berbagai ukuran, belasan magazine senjata api, hingga buku dan sparepart pistol.
Polisi masih menyelidiki. Mereka menduga, ini bukan sekadar kasus perorangan. Jaringan peredaran senjata ilegalnya sedang ditelusuri lebih jauh.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai
Bayern Krisis Kiper, Remaja 16 Tahun Bersiap Jaga Gawang Lawan Atalanta
Keluarga Pemudik Terdampar di Bahu Tol Semarang-Solo Usai Salah Naik Bus