Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, punya dua misi penting saat berangkat ke Sumatera. Yang pertama, tentu saja menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah provinsi. Tapi ada satu hal pribadi yang membuat perjalanan ini terasa berat: ia harus mencari saudaranya yang hilang kontak di Aceh pasca bencana.
Rasa cemas itu ia sampaikan di Gedung Sate, Selasa lalu.
"Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh," ujar Dedi.
Dia menjelaskan, saudara yang dimaksud bukan orang sembarangan. Pria itu adalah mantan anggota DPRD Aceh, sekaligus seorang tentara.
"Kakak saya udah nangis-nangis," cerita Dedi, menirukan keluh kesah sang kakak. "'Kamu tuh gubernur katanya. Masa gak bisa nolong saudara, gak bisa dihubungi.'"
Kalimat itu, jelas-jelas membebani pikirannya.
Soal berapa lama ia akan menginap di Sumatera, Dedi tak bisa memastikan. Semuanya bergantung pada situasi di lapangan. Kalau memang harus menunggu dan memastikan bantuan tersalurkan, bisa jadi dua atau tiga hari. Tapi jika semuanya berjalan lancar, mungkin waktu yang dibutuhkan lebih singkat.
"Ya tergantung situasinya," katanya. "Kalau situasinya harus ditungguin, harus terus mobilisasi ya mungkin bisa 2-3 hari. Tapi kalau sudah lancar sistemnya, barangnya sudah tersedia, nanti tinggal ngirim-ngirimin ya saya cukup 2 hari."
Di balik tugas resminya sebagai gubernur, ada harapan yang lebih manusiawi: agar ia bisa menemukan saudaranya yang hilang, sembari mengantarkan bantuan dan rasa peduli dari masyarakat Jawa Barat.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu