"Karena itu, saya kira, para pemangku kebijakan lingkungan harus sangat serius memperhatikan ini sebagai sebuah faktor di kemudian hari yang bisa menimpa anak-cucu kita kalau kita lalai dan abai dalam urusan ini. Cukup ini menjadi pelajaran terakhir," terang dia.
Nah, bagaimana dengan respons pemerintah? Saat ditanya apakah Presiden Prabowo sudah menerima laporan resmi soal penyebab banjir, Muzani menjawab singkat.
"Sudah, sudah," jawabnya.
Tapi ketika ditanya lebih lanjut apakah laporan itu memang menyebutkan pembalakan liar sebagai biang kerok Muzani tak mau bertele-tele. Ia hanya menyebut laporan yang diterima sudah cukup komprehensif.
"Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif," pungkasnya.
Jadi, pertanyaannya masih menggantung. Ada keseriusan dari seorang pimpinan parlemen, tapi detail faktualnya masih tertutup rapat. Publik tentu menunggu kejelasan lebih lanjut, sambil berharap bencana seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Artikel Terkait
Parkir Darurat Banjir Dihargai Rp1,5 Juta, Mobil Tetap Terendam
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak