Video itu tiba-tiba ramai di Instagram. Seorang pria asal Langkat dengan lantang mengaku jadi korban pemerasan oknum TNI. Ceritanya, dia sedang ingin mengirim bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara. Karena butuh dukungan, dia pun menghubungi Kodam setempat.
Namun begitu, alih-alih dibantu, pria itu justru mengklaim dimintai sejumlah uang. Ada negoisasi, katanya, tapi akhirnya urung diberi. Dia pun memilih batal.
Tak cuma itu. Dalam pengakuannya, dia juga sempat diperas oleh oknum DPR saat proses serupa. Siapa orangnya? Itu yang tidak dijelaskan lebih lanjut.
Yang menarik, tak lama setelah video itu menyebar dan jadi perbincangan, postingannya hilang. Sudah tidak bisa diakses lagi.
Permintaan TNI: Sertakan Bukti, Jangan Cuma Klaim
Merespons viralnya video tersebut, Mabes TNI angkat bicara. Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah meminta pria itu melengkapi pengaduannya dengan bukti yang jelas. Soalnya, cerita itu cuma disampaikan lewat video pendek tanpa ada dokumen penunjang.
Artikel Terkait
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara