Kabut masih menggantung di lereng bukit ketika Bima Arya Sugiarto tiba di Solok, Senin pagi. Wakil Menteri Dalam Negeri itu datang untuk melihat langsung dampak banjir yang melanda wilayah Sumatera Barat. Kunjungannya langsung ramai dibicarakan, terutama setelah beberapa potretnya bersama warga beredar di Instagram pribadinya.
Suasana berubah cair saat seorang ibu, dengan wajah penuh harap, menarik lengan sang wamendagri. Ia mengajak Bima Arya menyusuri jalan becek menuju rumahnya yang rusak. Dinding retak, lantai penuh lumpur. Itulah pemandangan yang disaksikan langsung oleh pejabat tinggi itu.
Merespon keluhan warga, Bima memberikan penjelasan. Ia menyebut bahwa data kerusakan sedang dikumpulkan dan akan menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Jadi begini, ibu-ibu ini kan sama pak bupati sudah didata. Nanti disampaikan ke provinsi. Presiden kan sudah janji akan dibantu semua. Yang penting datanya sudah masuk semua kan,”
Ucapannya di tengah kerumunan warga itu terdengar melegakan. Tak cuma soal rumah, Bima juga menyempatkan diri menengok hamparan sawah yang hancur. Percakapan ringan dengan petani pun terjadi, mencoba mengukur betapa dalamnya kerugian yang mereka tanggung.
Pesan Presiden: Bergerak Cepat
Di sisi lain, dalam arahan resminya di Posko Utama Bencana Koto Baru, nada Bima Arya lebih tegas. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus bergerak tanpa menunggu. “Presiden meminta kita semua memang bergerak cepat sejak hari pertama,” jelasnya. Apresiasi ia berikan pada langkah tanggap Pemkab Solok dan Forkopimda setempat, yang dinilainya sudah bekerja cukup baik.
Namun begitu, ada satu hal yang ia soroti sebagai prioritas mendesak: distribusi logistik. Menurutnya, bantuan harus sampai tepat waktu ke tangan warga terdampak. Kelambatan, tegas Bima, bukanlah sebuah opsi karena berpotensi memunculkan masalah baru.
“Saya melihat juga memang hari ini yang sangat dibutuhkan dan harus kita pastikan adalah distribusi logistik kepada keluarga yang terdampak,”
Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmennya. Di balik seruan untuk bergerak cepat, ada pesan implisit agar koordinasi di lapangan benar-benar rapi. Bencana banjir di Solok, bagaimanapun, masih membutuhkan perhatian serius. Dan upaya pemulihan, seperti yang diingatkan Bima, baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-Luka
Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Pastikan Kompensasi dan Investigasi Tuntas
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 7 Tewas dan Puluhan Luka-Luka
Empat dari Tujuh Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Tuban Ditangkap, Tiga Masih Buron