Angka korban terus bertambah. Hingga Selasa siang, tepatnya pukul 12.00 WIB, tercatat 631 orang meninggal dunia. Sementara itu, 472 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang telah meninggalkan luka yang dalam.
Di tengah situasi yang pelik ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan satu hal: komando penanganan bencana sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikannya di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Selasa (2/12).
"Presiden perintahkan langsung, komandonya dari beliau,"
Menurut Tito, Prabowo tak sekadar memberi perintah. Sang Presiden disebutkan memantau perkembangan di lapangan setiap harinya. Bahkan, ada grup khusus yang dibentuk untuk memudahkan koordinasi dan berbagi informasi antar jajaran.
"Perintah presiden langsung itu. Dan beliau memantau tiap hari. Kita juga memiliki ada grup yang memantau perkembangan tiap hari. Saling sharing di antara kita,"
Eks Kapolri itu meyakinkan bahwa seluruh kekuatan pemerintah sudah dikerahkan. Mulai dari Menko PMK yang memimpin langsung di lapangan, hingga kehadiran presiden sendiri sebelumnya. Semua bergerak.
"Yang saya tahu bahwa langsung dipimpin-pimpin menko PMK, kemarin Bapak Presiden sudah hadir. Semua kekuatan sudah hadir,"
Memang, tantangannya tidak kecil. Beberapa daerah masih terisolasi akibat rusaknya jembatan dan jalan. Namun begitu, Tito memastikan bahwa upaya distribusi logistik seperti BBM dan bahan pangan tetap berjalan maksimal dengan memanfaatkan akses yang masih bisa dilewati.
“Supply sudah dilakukan secara maksimal,” pungkasnya, menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Es Putar Papabon, Es Krim Legendaris Makassar yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
Truk Muatan Kelapa Sawit Alami Kecelakaan di Tanjakan Peles Bengkulu Utara, Lalu Lintas Sempat Terganggu
KPK Dalami Asal-usul Aset Mewah Milik Eks Wamen Imipas Silmy Karim yang Disita
Pakar Hukum: Kejagung Jangan Anggap Remeh Nama Besar di Pusaran Korupsi MBG