Malam ini, Selasa (2/12), kawasan Monas di Jakarta Pusat akan ramai oleh gelaran Reuni Akbar 212. Suasana malam dipastikan bakal berbeda dengan hari-hari biasa.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung punya pesan khusus. Ia meminta semua pihak, terutama warga yang datang, untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif. Tujuannya jelas: agar Jakarta tetap terasa aman dan nyaman buat semua.
"Kami mohon siapa pun yang datang di acara nanti malam, mari kita jaga bersama Jakarta, karena Jakarta sekarang sudah aman, nyaman,"
kata Pramono di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa siang. Suaranya terdengar tenang namun penuh harap.
Ia sendiri tampak yakin acara akan berjalan lancar. Menurutnya, semua persyaratan administratif seperti izin dari kepolisian dan pemerintah daerah sudah beres. Karena itu, tak ada alasan untuk khawatir berlebihan.
"Izin dari kepolisian sudah keluar, pemerintah DKI Jakarta juga sudah keluar, dan kemudian yang lain-lain sudah, maka saya yakin acara akan berlangsung dengan baik,"
ujarnya lagi. Konfirmasi kehadirannya pun sudah ada; rencananya, Pramono akan tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB.
Di sisi lain, persiapan keamanan sudah disiagakan secara besar-besaran. Jumlahnya tidak main-main: 2.511 personel gabungan dari polisi dan TNI bakal diterjunkan untuk mengawal acara ini. Mereka akan tersebar di sekitar Monas, siap mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Lalu lintas juga pasti akan terdampak. Meski rekayasa baru akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 17.00 WIB, imbauan sudah disebar. Masyarakat yang tidak berkepentingan sebaiknya menghindari beberapa ruas jalan di sekeliling Monas. Kalau bisa, cari jalur alternatif saja. Biar perjalanan malam ini tidak tersendat.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Jauh dari Zona Degradasi
Mahfud MD: Generasi Muda Harus Berani Bela Kebenaran demi Masa Depan Bangsa
Kebakaran di Samarinda Hanguskan Enam Bangunan, Diduga akibat Korsleting Listrik
Permandian Lambiria di Gowa: Destinasi Wisata Alam dengan Kolam Bertingkat, Air Terjun, dan Tangga Seribu