Bekasi – Sebanyak 550 paket sembako akhirnya sampai di tangan warga binaan tuna netra. Pembagiannya berlangsung Senin (1/12/2025) di Masjid Al Muslimun, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Inisiatif sosial ini digerakkan oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kota Bekasi.
Penerimanya adalah ratusan warga binaan. Rinciannya, 219 paket untuk anggota Bina Annisa yang kebanyakan adalah ibu-ibu dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, 235 paket lainnya disalurkan kepada anggota Hikmah Netra, termasuk sejumlah pengurus yang dianggap layak mendapat santunan.
Acara itu punya nuansa berbeda karena kehadiran seorang tamu istimewa: Wiwiek Hargono. Beliau adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, sekaligus istri dari Wali Kota Tri Adhianto.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Da’wah Kota Bekasi, Ustaz Salimin Dani, menyampaikan pesan dari sang Wali Kota. Menurutnya, perhatian pemerintah kota terhadap kaum difabel tetap besar, meskipun sang pemimpin berhalangan hadir secara fisik.
“Pak Wali pengen datang, tapi beliau sudah salam ya. Bukan enggak peduli dengan kalian, tapi beliau sangat banyak kegiatannya,” jelas Ustaz Salimin.
Ia juga tak lupa mendoakan keluarga Wali Kota. “Mudah-mudahan sehat anak Pak Wali, sehat. Amin. Mudah-mudahan Wali Kota kita dan istrinya saleh dan salihah,” ucapnya.
Ustaz Salimin punya harapan agar kegiatan seperti ini bisa jadi agenda rutin. Dengan semangat, ia bertanya ke hadirin, “Setuju enggak kalau kita adakan setiap bulan di sini? Setuju. Pokoknya hadir ya.” Seruan itu langsung disambut riuh rendah tanda setuju.
Di sisi lain, Wiwiek Hargono yang hadir mewakili keluarga menyampaikan terima kasihnya. Ia merasa tersentuh oleh doa-doa yang terus mengalir dari jemaah dan pengurus masjid.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ustaz dan jemaah di sini yang sudah tidak henti-hentinya mendoakan keluarga,” kata Wiwiek.
Ia lantas mengajak semua pihak untuk terus bergerak membangun kota. “Kita manusia berusaha hari ini. Berusaha, berjuang, berikhtiar dan Allah tidak tidur terhadap ikhtiar,” tegasnya.
Pesan optimisme juga ia sampaikan. Membangun kota, menurutnya, adalah proses yang panjang dan penuh tantangan. “Mudah-mudahan kita selalu diketemukan dengan orang-orang baik. Membangun itu tidak mudah, butuh proses. Maka sama-sama kita nikmati prosesnya,” tuturnya.
Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dan tertib. Para penerima bantuan tampak antusias dan bersyukur. Bagi mereka, ini bukan sekadar bantuan materi, tapi lebih sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok rentan yang kerap terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota. Sebuah aksi sederhana, namun sarat makna.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak