Senin siang (1/12), suasana di Bojonggede, Depok, tiba-tiba berubah gelap. Langit mendung pekat, disusul hujan yang mengguyur deras diiringi angin yang menderu-deru. Cuaca ekstrem ini tak cuma bikin basah, tapi juga meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah.
Menurut sejumlah saksi, hujan angin mulai melanda sekitar pukul dua lebih siang. Kekuatannya luar biasa. Atap sebuah ruko kelontong milik warga Madura ambruk diterpa angin. Bukan cuma satu bangunan, beberapa ruko lain di pinggir jalan juga mengalami nasib serupa.
"Awalnya hujan campur angin tadi jam 2 [siang] lebih. Hujan anginnya bikin roboh atap ruko bangunan kelontong Madura,"
kata Zaki, seorang warga yang melihat langsung kejadian itu.
Kerusakannya ternyata berimbas ke mana-mana. Atap seng yang berterbangan itu nyangkut di kabel listrik dan telekomunikasi. Akibatnya? Listrik padam di beberapa titik. Yang lebih runyam, kabel dan puing-puing yang melintang di jalan raya bikin macet luar biasa. Lalu lintas menuju Stasiun Bojonggede dan sekitarnya benar-benar tersendat panjang.
Camat Bojonggede, Tenny Kurniawan, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menyebut anginnya sangat kencang, meski jenis pastinya masih perlu dikaji.
"Belum bisa pastikan itu angin puting beliung atau hujan angin biasa. Tapi yang jelas, banyak warga juga yang terhantam, walaupun yang terparah ini ada bangunan ruko, atap ruko yang atap bajanya ini terbawa oleh angin sehingga dia bersandar di kabel listrik dan kabel telekomunikasi, yang sehingga melintang jalan mengganggu arus lalu lintas,"
jelas Tenny.
Untungnya, dari semua kekacauan itu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Itu kabar baiknya. Namun, kerugian materiil tidak bisa dihindari. Beberapa bangunan rusak, dan aktivitas warga sempat lumpuh.
"Untuk saat ini tidak ada korban jiwa, alhamdulillah. Ini kerugian material, ya, berupa atap berjaringan, 3 bangunan, 3 bangunan 3 flat ya, 3 flat di ruko ini yang terbawa angin,"
ungkap Camat menambahkan.
Siang itu, Bojonggede memang sempat bergetar. Tapi yang tersisa kini adalah pekerjaan membersihkan dan memperbaiki segala kerusakan yang ditinggalkan oleh amukan angin.
Artikel Terkait
Boiyen Resmi Gugat Cerai Suami, Akui Hanya Tiga Minggu Jalani Rumah Tangga
Mahfud MD Ungkap Lawakan Rakyat Jelang Lengser Soeharto: Petani Minta Jangan Dikenal Sebagai Penolong Presiden
Pallu Kaloa, Hidangan Khas Sulawesi Selatan dengan Kuah Kluwek Hitam yang Kaya Rempah
Nadiem Makarim Bersaksi di Sidang Korupsi Chromebook, Guru dan Saksi Ahli Bela Efektivitas Perangkat