Paus Leo XIV Kunjungi Masjid Biru, Tapi Tolak Ajakan Berdoa

- Senin, 01 Desember 2025 | 18:54 WIB
Paus Leo XIV Kunjungi Masjid Biru, Tapi Tolak Ajakan Berdoa

Sabtu lalu, di Istanbul, ada pemandangan yang jarang terlihat. Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, berjalan perlahan di dalam Masjid Biru yang megah. Yang menarik perhatian: beliau hanya mengenakan kaus kaki putih, setelah dengan khidmat melepas sepatunya sebelum memasuki tempat ibadah bersejarah dari abad ke-17 itu.

Ditemani oleh Imam Asgin Tunca, sang Paus tampak menikmati setiap detik. Matanya menyapu keindahan arsitektur, dari kubah yang menjulang tinggi hingga kaligrafi Arab yang menghiasi dinding. Imam Tunca dengan ramah menjelaskan berbagai detail.

Namun begitu, ada satu momen yang menimbulkan keheningan singkat. Sang Imam mengajak tamu istimewanya itu untuk berdoa.

"Ini bukan rumah saya, bukan rumah anda, (tapi) rumah Allah," ujar Imam Tunca, mencoba meyakinkan.

Tapi ajakan itu ditolak dengan halus. Menurut pengakuan Imam, Paus Leo hanya membalas dengan kalimat sederhana, "Tidak apa-apa."

"Saya rasa dia ingin melihat masjid, ingin merasakan suasana masjid. Dan dia sangat senang," lanjut Imam Tunca menerangkan sikap Paus.

Langkah ini jelas berbeda, bahkan kontras, dengan kunjungan Paus sebelumnya. Ambil contoh Paus Benediktus XVI di tahun 2006. Kunjungannya terjadi di tengah ketegangan hebat setelah pidato kontroversialnya di Regensburg. Saat itu, Vatikan buru-buru menambahkan agenda ke Masjid Biru sebagai upaya rekonsiliasi. Hasilnya? Benediktus berdiri hening dengan kepala tertunduk saat imam berdoa di sampingnya.

Lalu ada Paus Fransiskus pada 2014. Beliau bahkan berdiri dalam hening selama dua menit penuh, menghadap kiblat, mata terpejam, tangan terkepal di dada. Sebuah sikap yang membuat Mufti Besar Istanbul, Rahmi Yaran, berkomentar haru, "Semoga Tuhan menerimanya."

Nah, pendekatan Paus Leo yang lebih sekadar "wisata religius" ini rupanya cukup mengejutkan, bahkan bagi pihak Vatikan sendiri. Begitu kagetnya, sampai-sampai Takhta Suci harus mengoreksi catatan resmi kunjungan. Rilis awal yang menyebutkan Paus akan "berhenti untuk berdoa" terpaksa direvisi setelah fakta di lapangan berbicara lain.

Jadi, meski tanpa doa atau hening yang ritualistik, kunjungan itu tetap punya maknanya sendiri. Sebuah kunjungan untuk menghormati dan melihat langsung, yang dilakukan dengan caranya yang unik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar