NGANJUK – Suasana panik tiba-tiba menyergap warga Desa Kedungdowo, Nganjuk, Minggu (30/11/2025) lalu. Jembatan sepanjang 60 meter di atas Sungai Widas itu ambruk lagi. Dua pengendara motor yang sedang melintas tak punya kesempatan menghindar dan langsung terjungkal ke sungai.
Untungnya, bantuan datang cepat. Warga yang melihat kejadian itu langsung berhamburan turun ke sungai. Mereka tak hanya menolong kedua korban yang selamat, tapi juga berusaha mengangkat motor yang ikut tercebur.
Yang bikin banyak orang geleng-geleng, kondisi sungai saat itu terbilang tenang. Air tidak sedang banjir, arus pun relatif pelan. Lantas, apa penyebabnya?
Menurut keterangan warga setempat, jembatan itu kondisinya memang sudah memprihatinkan sejak lama. Dari delapan tiang penyangga, cuma dua yang masih tersisa. Beberapa tiang lainnya disebutkan sudah hilang sejak tahun lalu, tapi entah kenapa belum ada perbaikan dari dinas terkait.
Ini bukan kali pertama jembatan itu putus. Tahun lalu, bagian utaranya yang ambruk. Kali ini giliran sisi selatan yang tak mampu lagi menahan beban.
"Pembangunan jembatan ini 2009. Kemarin tahun 2019 sudah pernah putus tapi yang bagian selatan kemudian tahun 2024 ada laporan warga terkait putusnya tiang dan kita sudah menindaklanjuti ke Pemerintahan Kabupaten,"
kata Suprapto, warga sekitar.
Jembatan Kedungdowo punya peran yang sangat vital. Ia menjadi penghubung utama bagi warga Kecamatan Rejoso dan Desa Kedungdowo menuju Kota Nganjuk. Tanpa jembatan ini, warga terpaksa memutar sejauh lima kilometer lebih – perjalanan yang jelas memakan waktu dan bikin repot aktivitas sehari-hari.
Artikel Terkait
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Baru Cadangan Pangan Nasional
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti