Gubernur Lampung Gelar Ngopi Pagi, Ajak 250 Pelaku Usaha Pacu Ekonomi

- Rabu, 26 November 2025 | 16:06 WIB
Gubernur Lampung Gelar Ngopi Pagi, Ajak 250 Pelaku Usaha Pacu Ekonomi
Dialog Pemerintah dan Pelaku Usaha di Lampung

Bandar Lampung, Rabu (26/11)

Pemerintah Lampung Gaet Pelaku Usaha untuk Dongkrak Ekonomi

Suasana ruang pertemuan Mahan Agung pagi itu cukup ramai. Sekitar 250 pelaku usaha memadati acara "Ngopi Pagi" yang digelar Pemprov Lampung. Forum ini jadi momen penting bagi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang akrab disapa Mirza untuk menjalin silaturahmi sekaligus berbagi visi pembangunan.

Dalam pertemuan itu, Mirza menekankan betapa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kerja sama ini bak pondasi yang harus terus diperkuat.

"Kita bercerita tentang apa yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung ke depan dan kolaborasi apa yang bisa dilakukan dengan dunia usaha," ujar Mirza.

Acara dibagi dalam dua sesi. Selain soal iklim usaha, pemerintah juga membuka ruang diskusi untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di sektor pendidikan. Mirza tak menampik bahwa IPM masih jadi pekerjaan rumah yang butuh perhatian serius.

Di sisi lain, kondisi perekonomian Lampung sebenarnya cukup menggembirakan. Provinsi ini menduduki peringkat ke-4 terbesar di Sumatera dengan nilai PDRB mencapai Rp483,8 triliun. Angka yang tak main-main.

"Perekonomian Provinsi Lampung menempati posisi ke-4 terbesar di Sumatera dengan nilai PDRB yang mencapai Rp483,8 triliun. Hal ini didorong oleh komposisi ekonomi yang didominasi pada sektor pertanian sebagai penopang utama," jelasnya.

Memang, pertanian masih menjadi andalan. Ditopang juga oleh industri pengolahan dan perdagangan, ketiganya menyumbang hampir 60% terhadap PDRB. Produksi padi Lampung pun tak bisa dianggap remeh mencapai 2,79 juta ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp19,5 triliun, menempatkannya di peringkat keenam secara nasional.

Namun begitu, pemerintah tak mau berpuas diri. Strategi jangka panjang terus digodok, dengan fokus pada penguatan hilirisasi dan agroindustri. Infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Ambil contoh proyek KMP Dalom 1 yang dihadirkan lewat skema KPBU. Tujuannya jelas: memperlancar konektivitas dan distribusi logistik antarwilayah.

Gubernur juga memaparkan bahwa perbaikan infrastruktur akan diprioritaskan pada jalur distribusi komoditas. Ini penting agar hasil bumi dan produk lokal bisa bergerak lebih lancar, lebih cepat.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pelaku usaha memiliki peran besar dalam menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja di Lampung," tegas Mirza.

Ia pun berjanji untuk menjaga iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian berusaha. Harapannya, dengan kondisi yang kondusif, investasi dan geliat ekonomi bisa makin terdongkrak.

Di akhir pertemuan, Mirza mengajak semua pihak akademisi, media, komunitas, dan tentu saja pelaku usaha untuk bergandengan tangan. Visinya jelas: membawa Lampung menuju Indonesia Emas dengan ekonomi yang inklusif dan SDM yang unggul.

"Mari bantu saya mewujudkan Lampung yang lebih baik dan lebih maju ke depan. Ini rumah kita sama-sama, menjadi kebanggaan kita semua," ajaknya.

Pertemuan pagi itu pun ditutup dengan harapan baru. Bukan sekadar seremonial, tapi langkah nyata menuju kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku usaha.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar