Bolsonaro Akhirnya Masuk Bui
Mahkamah Agung Brasil akhirnya memutuskan. Mantan Presiden Jair Bolsonaro harus segera memulai hukuman penjaranya yang mencapai 27 tahun. Putusan ini turun pada Selasa (25/11) waktu setempat, menutup kasus kudeta gagal yang ditujukan untuk menggulingkan Lula da Silva.
Sebelum perintah eksekusi ini keluar, MA Brasil telah menegaskan bahwa semua upaya banding dari politikus sayap kanan itu telah ditolak. Dengan kata lain, vonis 27 tahun penjara sudah benar-benar final dan mengikat.
Menariknya, Bolsonaro tak akan dijebloskan ke penjara biasa. Hakim Alexandre de Moraes menyebutkan bahwa lokasi penahanannya adalah markas besar kepolisian federal di Brasilia. Ruangannya sendiri terbilang sederhana ada TV, kulkas mini, plus pendingin ruangan. Cukup untuk hidup, tapi jauh dari kata nyaman.
Faktanya, Bolsonaro sudah lebih dulu mendekam di sana sejak Sabtu pekan lalu. Kali ini, alasannya berbeda: ia didakwa merusak gelang ankle monitor yang menjadi syarat wajib selama ia menjalani tahanan rumah.
Vonis 27 tahun sendiri sebenarnya sudah dijatuhkan sejak September 2025. Saat itu, Bolsonaro dinyatakan bersalah karena berupaya menggagalkan proses pelantikan Luiz Inacio Lula da Silva sebagai presiden pada 2022.
Namun begitu, perjalanan hukumnya belum sepenuhnya usai. Masih ada peradilan militer yang akan menentukan apakah pangkat kaptennya dicabut atau tidak.
Tak hanya Bolsonaro yang merasakan dinginnya jeruji besi. Sejumlah kroninya, mulai dari eks jenderal militer hingga mantan menteri yang terlibat dalam kudeta gagal, juga mulai menjalani hukuman pada Selasa, 25 November. Mereka dihukum penjara antara 19 hingga 26 tahun.
Pengacara Bolsonaro, Paulo Bueno, mengaku terkejut dengan putusan tersebut.
Ia meyakini bahwa kasus mantan kliennya belum benar-benar selesai. Menurutnya, masih ada celah untuk mengajukan banding.
Bolsonaro memimpin Brasil dari tahun 2019 hingga 2022. Dengan hukuman ini, ia tercatat sebagai presiden keempat yang dipenjara setelah masa jabatannya berakhir, sejak rezim kediktatoran militer Brasil runtuh pada 1985.
Di berbagai kesempatan publik, Bolsonaro yang dikenal dekat dengan Donald Trump selalu bersikukuh menyatakan diri tidak bersalah. Ia yakin, dirinya sedang menjadi korban persekusi yang sarat muatan politik.
Artikel Terkait
Timnas Putri Indonesia Umumkan 25 Pemain untuk Garuda Champion Series 2026, Diperkuat Diaspora
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard, Menteri Fadli Zon Ungkap Kedekatan Keduanya Sejak Taruna
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama
PSG Juara Liga Champions 2026, Momen Kiper Safonov Baca ‘Contekan’ Penalti Arsenal Viral