Bagi Israel dan Netanyahu, pengakuan terhadap negara Palestina bukanlah sebuah opsi. Ambisi mereka jauh lebih besar: menguasai seluruh wilayah itu. Rencananya jelas, menjadikan tanah Palestina sebagai bagian dari "Israel Raya" yang mereka impikan sejak lama. Itu sebabnya, segala upaya akan mereka kerahkan untuk memastikan kendali mutlak berada di tangan mereka.
Akibatnya, setiap perlawanan apalagi yang melibatkan senjata seperti yang dilakukan Hamas langsung dicap sebagai aksi terorisme. Dengan label itu, Israel merasa punya pembenaran untuk menindak habis-habisan. Dan dunia pun seolah memberi lampu hijau.
Tapi benarkah adil menyebut pejuang kemerdekaan sebagai teroris? Mereka hanya berusaha merebut kembali apa yang dirampas: tanah, kebebasan, kedaulatan. Menurut saya, jelas tidak layak. Karena itu, Indonesia harus benar-benar waspada. Setiap tawaran atau rencana yang dilontarkan Israel dan Amerika Serikat, baik langsung maupun tidak, patut dicurigai. Di baliknya hampir pasti ada jebakan.
Ambil contoh Abraham Accord yang diteken tahun 2020 lalu.
Kesepakatan antara Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain itu kemudian diikuti Sudan dan Maroko. Amerika, yang jadi dalang di balik layar, berharap negara-negara Muslim lain termasuk Arab Saudi dan bahkan Indonesia ikut meramaikan.
Namun begitu, inti sebenarnya dari perjanjian itu cuma satu: mengakhiri isolasi diplomatik Israel di dunia Arab dan Islam. Caranya? Dengan memuluskan normalisasi hubungan, diselingi iming-iming perdamaian dan kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, bahkan militer.
Kita berharap pemerintah Indonesia tidak terjebak. Jangan sampai ada penandatanganan apa pun dengan Israel termasuk soal penempatan tentara perdamaian kita di Gaza. Kalau sampai itu terjadi, sama saja kita mengakui negara penjajah itu. Padahal prinsip kita sudah jelas: selama Israel masih menduduki Palestina dan menolak keberadaan negara Palestina, selama itu pula kita tak akan membuka hubungan diplomatik dengan rezim Zionis tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Ini Amalan Sunnah Sebelum Shalat
Nama Nenad Bacina Muncul dalam Bursa Calon Pelatih PSM Makassar Musim Depan
Takbiran Idul Adha Dimulai Sejak Maghrib Malam Raya hingga Ashar 13 Dzulhijjah, Ini Perbedaan Durasi Menurut Mazhab
Mandi Sunah Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Hukumnya Sebelum Salat