Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

- Senin, 24 November 2025 | 11:06 WIB
Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Laporan Gunung Merapi

Senin pagi (24/11) suasana di sekitar Gunung Merapi kembali tegang. Gunung yang membatasi Magelang dan Boyolali itu kembali menunjukkan aktivitasnya dengan meluncurkan awan panas guguran.

Menurut keterangan resmi dari Badan Geologi, peristiwa itu tercatat pada pukul 09:20 WIB. Amplitudonya mencapai 40 mm dan berlangsung cukup lama, sekitar 106 detik. Perkiraan jarak luncurannya sekitar 1,5 kilometer.

“Guguran mengarah ke barat daya hulu Kali Putih dan Krasak,” jelas Badan Geologi.

Melihat arah guguran yang mengarah ke Barat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Situasinya memang perlu diawasi ketat.

Status Merapi saat ini masih berada di level SIAGA atau Level III. Ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut.

Potensi bahaya saat ini didominasi oleh guguran lava dan awan panas. Di sektor selatan-barat daya, kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang bisa mencapai 7 km. Sementara di sisi tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sepanjang 5 km. Tak hanya itu, lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif juga berpeluang terjadi dalam radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung. Kondisi ini yang memicu kemunculan awan panas guguran di dalam zona bahaya.

Oleh karena itu, masyarakat sangat dianjurkan untuk tidak beraktivitas di daerah yang berpotensi terdampak. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap ancaman lahar dan awan panas, terlebih saat hujan turun di kawasan Merapi.

Selain itu, gangguan akibat hujan abu vulkanik juga harus diantisipasi. Jika nantinya terjadi perubahan signifikan pada aktivitas gunung, tingkat statusnya akan segera ditinjau ulang.

Intinya, semua pihak diharap patuh pada rekomendasi yang berlaku. Keselamatan bersama adalah yang utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar