Dandhy Laksono tak sungkan menyampaikan kritik pedasnya. Menurut aktivis itu, elit-elit di tubuh PBNU telah mengubah ormas keagamaan ini menjadi sekadar mesin politik untuk meraih kekuasaan.
"PBNU itu contoh elit-elit ormas agama yang sibuk jadi mesin politik kekuasaan," tulisnya.
Dia melanjutkan dengan nada yang tak kalah keras. Alih-alih fokus membangun kekuatan umat, para elit itu justru hidup dengan cara menempel dan mendukung satu rezim ke rezim lainnya. Yang terjadi kemudian adalah persaingan berebut sisa-sisa kekuasaan.
Artikel Terkait
Menimbun Barang Bukan Cuma Soal Malas, Ini Akar Psikologis dan Pandangan Islam
Standar Ganda Pendukung Gibran: Saat Meledek Dipuji, Dikomentari Ringan Langsung Heboh
Benang Merah Chromebook Nadiem dan Investasi Google di GOTO: Negara Rugi Dua Kali?
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak