Dandhy Laksono tak sungkan menyampaikan kritik pedasnya. Menurut aktivis itu, elit-elit di tubuh PBNU telah mengubah ormas keagamaan ini menjadi sekadar mesin politik untuk meraih kekuasaan.
"PBNU itu contoh elit-elit ormas agama yang sibuk jadi mesin politik kekuasaan," tulisnya.
Dia melanjutkan dengan nada yang tak kalah keras. Alih-alih fokus membangun kekuatan umat, para elit itu justru hidup dengan cara menempel dan mendukung satu rezim ke rezim lainnya. Yang terjadi kemudian adalah persaingan berebut sisa-sisa kekuasaan.
"Lalu saling berebut remah-remahan," tambahnya melalui akun media sosial @Dandhy_Laksono.
Tak hanya Dandhy, suara senada datang dari warga NU sendiri. Nadzirummubin, melalui akunnya, juga menyampaikan kegelisahan yang mirip. Kritik itu seakan menjadi penanda ada yang tak beres dalam tubuh organisasi tersebut.
Memang, belakangan ini muncul kegelisahan di kalangan anak muda NU. Mereka yang lama merasa muak dengan kondisi ini dinilai perlu mengambil langkah nyata. Situasinya semakin panas, dan desakan untuk perubahan semakin kuat terdengar.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday