Di sisi lain, MAF ternyata sudah lebih dulu mengulurkan permohonan maaf. Melalui sebuah video yang beredar pada hari yang sama, Minggu (23/11), ia mengakui semua ucapannya adalah dusta.
"Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri," ujarnya.
Ia mengurai kebohongannya satu per satu. Soal orang tua yang katanya anggota Propam? Tidak benar. Lalu mobil yang ia sebut sebagai barang bukti pinjaman? Itu pun fiktif.
Alasannya melakukan hal itu? Ternyata, ia merasa terdesak. MAF mengaku terpaksa membual untuk menghindari tekanan dan intimidasi dari debt collector yang menagihnya.
Jadi, cerita tentang dirinya yang "berdarah biru" kepolisian dan mobil barang bukti itu hanyalah tameng yang ia buat dalam situasi panik. Sekarang, semuanya sudah terungkap.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota