Marinir dan KAPA K-61: Kisah Evakuasi Badak Jawa di Ujung Kulon

- Senin, 24 November 2025 | 04:50 WIB
Marinir dan KAPA K-61: Kisah Evakuasi Badak Jawa di Ujung Kulon

TNI Turun Tangan Selamatkan Badak Jawa di Ujung Kulon

Di tengah rimbunnya Taman Nasional Ujung Kulon, sejumlah prajurit TNI terlibat langsung dalam sebuah misi penyelamatan yang genting. Mereka adalah bagian dari Satuan Tugas Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa, yang bertugas menguatkan populasi Badak Jawa atau Rhinoceros sondaicus yang kian menipis. Upaya ini bukan main-main. Di sisi lain, pimpinan operasi dipegang oleh Brigjen TNI Edi Saputra, yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 064/Maulana Yusuf. Sementara itu, Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, selaku Danlanal Banten, bertindak sebagai wakilnya.

Brigjen Edi Saputra menjelaskan persiapan yang matang di balik operasi ini.

“Alat angkut yang kami gunakan adalah KAPA K-61 milik Korps Marinir, yang sudah direncanakan jauh-jauh hari,” ujarnya di Banten, Minggu (23/11/2025).

“Simulasi uji coba juga sudah beberapa kali dilakukan. Tujuannya jelas, memastikan kendaraan mampu membawa kandang berisi satwa seberat lebih dari satu ton dengan aman, tanpa risiko berarti.”

Kini, seekor badak jantan bernama Mustofa telah berhasil dipindahkan. Perjalanannya dimulai dari Gardu Buruk menuju ke Kandang Rawat di Javan Rhino Study and Conservation Area, masih dalam kawasan yang sama. Proses ini sepenuhnya berada di bawah kendali Satgas Operasi Merah Putih.

Peran TNI di sini ternyata cukup beragam. Mereka tak cuma menjaga keamanan kawasan dan memantau lapangan. Tapi juga turun tangan mengurus logistik, koordinasi di lapangan, plus menyediakan transportasi laut demi kelancaran pemindahan satwa langka ini. Semua berjalan terstruktur, dengan pengawasan ketat dari pimpinan satuan tugas.

Di balik itu, kolaborasi menjadi kunci. Keberhasilan ini adalah buah sinergi solid antara TNI dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Yayasan Badak Indonesia, Taman Safari Indonesia, serta para ahli konservasi dan tim medis. Semua pihak bergerak dalam satu koordinasi yang rapi.

Keterlibatan TNI ini sekaligus menunjukkan komitmen mereka yang serius dalam mendukung pelestarian satwa endemik Indonesia. Tujuannya jelas: menjaga keseimbangan ekosistem nasional. Lewat kerja sama lintas sektor seperti ini, harapannya populasi Badak Jawa yang terancam punah bisa kembali pulih. Sebuah warisan alam yang harus diselamatkan untuk generasi mendatang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini