tuturnya.
Sementara itu, Datin Seri Vie Shantie Khan menjelaskan bahwa persiapan armada, perizinan, dan kerja sama internasional sedang berlangsung dengan cukup lancar. Mereka sudah memesan pesawat antara tiga sampai sepuluh unit. Jenisnya beragam, mulai dari Boeing 777 sampai pesawat buatan China.
“Pesawatnya sebenarnya sudah ada, hanya izinnya yang sedang kita selesaikan. Target seluruh izin tuntas Januari,”
ungkap Vie.
Dia menambahkan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi terus dijalin. Gubernur Aceh pun turut hadir dalam beberapa pertemuan penting. Vie juga menyoroti pengalaman para pelaku industri penerbangan yang terlibat di balik SAM Airlines. Mulai dari operator Dream Tour hingga maskapai yang biasa melayani jemaah. Itu semua jadi modal kuat.
Lalu bagaimana respons dari asosiasi travel umrah setempat?
Ketua KATUHA Aceh, Mahfud Ahmad Makam, menyambut positif kehadiran maskapai baru ini. Penerbangan perdana untuk umrah rencananya digelar awal Januari 2026. Tapi, semuanya masih bergantung pada kuota jemaah yang tersedia. Ya, tinggal tunggu realisasinya saja.
Artikel Terkait
Pascabencana Aceh, 2.756 Sekolah Terluka, 90 Persen Kembali Belajar
Girona vs Osasuna: Duel Sengit di Zona Merah La Liga
Gus Ipul Pastikan Bansos Rp 600 Miliar Segera Cair untuk Korban Bencana Aceh
Megawati: Bencana Sumatera adalah Peringatan Sejarah, Bukan Sekadar Musibah