Operasi pemadaman sendiri berlangsung cukup intensif. Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk sepenuhnya menguasai situasi. Mereka mulai memadamkan api pukul 16.27 WIB, melakukan pendinginan hingga pukul 17.20 WIB, dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul enam sore.
Di sisi lain, meski tak ada korban jiwa yang berjatuhan, kerugian materiil yang diderita para pemilik toko sungguh tidak kecil. Seorang pemilik mengeluhkan kerugiannya yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta. Mirisnya, saat api mulai berkobar, beberapa toko masih dalam kondisi beroperasi.
Soal ketersediaan air untuk memadamkan api, Iwan mengaku timnya cukup beruntung.
"Alhamdulillah, sumber airnya cukup. Kita pakai air dari selokan yang masih banyak karena habis hujan sebelumnya," tutupnya.
Ade Mirza
Artikel Terkait
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia
Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo
Kontrak Sewa Kapal Tanpa Nilai Jelas, FMPKN Soroti Potensi Lubang Anggaran