"Kita punya hal yang sama. Semangat dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955 sangat bagus bagi Global South karena negara-negara di Global South terinspirasi oleh semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955," jelasnya.
Hubungan bilateral kedua negara pun disebutnya semakin intens. Bagi Indonesia, Angola adalah mitra yang punya posisi istimewa. Mereka konsisten mendukung Indonesia di berbagai forum internasional. Kerja sama di sektor perdagangan juga terus digenjot.
Namun begitu, tantangan yang dihadapi juga serupa.
"Saya percaya Angola hampir memiliki tantangan yang sama [dengan Indonesia]. Kita juga sedang berjuang untuk mengembangkan human capital," tandasnya.
Jadi, di balik ucapan selamat yang hangat, terselip harapan untuk kolaborasi yang lebih erat di masa depan.
Artikel Terkait
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut