Target penyelesaian kesepakatan tarif impor dengan Amerika Serikat tampaknya bakal molor lagi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, perjanjian dengan pemerintahan Presiden Donald Trump itu kini diharapkan rampung sekitar pertengahan Februari 2026.
Target terbaru ini mundur dari jadwal sebelumnya, yang sempat dibidik pada akhir Januari. Menurut Prasetyo, kabar penyesuaian waktu ini ia dapatkan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Mungkin pertengahan Februari,” ujar Prasetyo saat ditemui di Istana Negara, Rabu (28/1).
“Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi. Mungkin di minggu kedua bulan Februari.”
Lantas, apa penyebabnya? Prasetyo menjelaskan, kedua pihak masih perlu mencari titik temu atas beberapa hal yang masih dibahas. Negosiasi, kata dia, masih terus berjalan.
“Ya tentunya kan masih ada beberapa yang kita cari titik temunya,” tuturnya.
Artikel Terkait
CPO Melaju Tiga Hari Beruntun, Dihantam Rem Ringgit yang Menguat
Emas Antam Tembus Rp 3 Juta per Gram, Rekor Baru Tercipta
WAPO Melonjak 34% di Tengah Amukan Bearish IHSG
Panic Selling Guncang Bursa, Ancaman Degradasi Pasar dari MSCI Jadi Pemicu