Pemandangan tak biasa terlihat di sekitar Danau Naivasha. Belasan jerapah dengan mata tertutup perlahan digiring menuju kendaraan khusus. Ini bukan sekadar pemandangan safari, melainkan upaya penyelamatan nyata yang dilakukan Kenya Wildlife Service (KWS).
Mereka memindahkan hewan-hewan tinggi itu dari Kedong Ranch menuju Suaka Oserengoni di Kenya Timur. Rumah baru bagi para jerapah yang rumah lamanya semakin terdesak.
Menurut sejumlah saksi yang terlibat, proses pemindahan ini cukup pelik. Bayangkan saja, puluhan petugas harus membius jerapah-jerapah itu terlebih dahulu. Setelah obat bius bekerja, mata mereka ditutup untuk mengurangi stres. Barulah dengan bantuan tali, para raksasa lembut ini digiring ke kendaraan yang sudah disiapkan.
Patrick Wambugu dari KWS dengan nada prihatin menjelaskan, "Hewan-hewan itu mulai menderita. Mereka terdampar, stres."
Dalam beberapa pekan terakhir, bukan cuma jerapah yang dievakuasi. Ratusan zebra dan antelop juga ikut direlokasi dari kawasan yang sebelumnya merupakan lokasi wisata populer itu.
Persoalannya berawal dari perubahan lahan. Kawasan yang dulu dibiarkan alami itu perlahan-lahan terjual dan terbagi-bagi untuk pengembangan properti. Akibatnya, jalur tradisional pergerakan satwa antara Gunung Longonot dan Hells Gate terputus sama sekali.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer, jerapah-jerapah itu tiba di rumah barunya. Namun perjalanan mereka belum benar-benar selesai. Tim dokter hewan akan memantau kondisi mereka selama seminggu ke depan, memastikan adaptasi berjalan mulus di habitat anyar tersebut.
Artikel Terkait
Marc Marquez Juarai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 Usai Dominasi Penuh dari Start Hingga Finis
Kapten Marseille Leonardo Balerdi Cedera Betis, Tinggalkan Pemusatan Latihan Timnas Argentina
Rachel/Febi Gagal ke Final Usai Dikalahkan Unggulan Pertama China di Semifinal Indonesia Open 2026
Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Iran 3-1 di Laga Perdana AVC Cup 2026