Di sisi lain, Paus juga tak menghindar dari isu politik. Seperti diketahui, ia dikenal kritis terhadap kebijakan anti-imigran yang pernah diusung Donald Trump.
Ia mengingatkan bahwa Yesus menginginkan umat Kristen menjadi pembangun jembatan, bukan tembok. Pernyataan ini seolah menyiratkan kritik yang pernah dilontarkan mendiang Paus Fransiskus terhadap Trump.
“Harap berhati-hati untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang gereja,” pesan Leo kepada kaum muda.
“Gereja bukan milik partai politik mana pun,” tegasnya.
“Sebaliknya, gereja membantu membentuk hati nurani kalian agar kalian dapat berpikir dan bertindak dengan kebijaksanaan dan kasih,” pungkas Paus menutup pertemuan.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Puji Jokowi: Cerdas, Berani, dan Militan
Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka