Jake Matthews, Petarung UFC yang Temukan Pedoman Hidup dalam Islam

- Sabtu, 22 November 2025 | 07:00 WIB
Jake Matthews, Petarung UFC yang Temukan Pedoman Hidup dalam Islam
Jake Matthews: Perjalanan Sang Petarung Menuju Islam

Jake Matthews: Perjalanan Sang Petarung Menuju Islam

Di dunia UFC yang keras, nama Jake Matthews sudah tak asing lagi. Petarung asal Australia yang dijuluki “The Celtic Kid” ini dikenal sebagai salah satu wajah paling konsisten di divisi Welterweight. Tapi di balik tinjunya, ada sebuah perjalanan spiritual yang menarik untuk diikuti.

Lahir pada 19 Agustus 1994, Matthews bukan cuma sekadar petarung dengan pukulan mematikan. Latar belakangnya cukup unik, lho. Dia pernah menjadi tentara cadangan dan sekarang ini sudah menyandang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu. Kariernya di atas memang mengesankan, tapi ternyata ada hal lain yang sedang dia kejar dalam hidup.

Di tahun 2023, Matthews membuat sebuah pengumuman mengejutkan. Dia secara terbuka menyatakan dirinya memeluk agama Islam.

Dalam sebuah wawancara dengan Code Sports, dia mengungkapkan bahwa keputusannya ini terasa seperti sebuah “perkembangan alami” saja. Rupanya, dia sudah menjalani dan mempelajari ajaran etika serta moral Islam selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk Islam.

Lalu, bagaimana detail perjalanan spiritualnya?

Matthews mengumumkan keputusannya lewat media sosial. Dia bahkan membagikan momen ketika berkunjung ke sebuah masjid. Perjalanannya menuju Islam ternyata tidak instan. Butuh waktu lebih dari satu setengah tahun baginya untuk benar-benar mempelajari agama ini sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Menurutnya, gaya hidupnya sebenarnya sudah lama mencerminkan nilai-nilai Islam. Hal ini tak lepas dari pengaruh banyaknya teman-teman Muslim di sekitarnya. Dampaknya pun langsung terasa. Matthews mengaku perubahan ini memberinya “semangat baru” dalam karier bertarungnya.

“Ketika Anda berlatih dan merasa lelah, Anda tidak akan pernah menyerah,” ujarnya penuh keyakinan.

Dukungan pun mengalir deras. Baik dari komunitas Muslim maupun tokoh olahraga ternama. Sonny Bill Williams, pemain rugbi Australia yang menjadi mualaf pada 2009, adalah salah satu yang memberinya dukungan kuat. Bahkan, Matthews sudah menghubungi tim Khabib Nurmagomedov untuk membahas kemungkinan latihan bersama.

Ini penuturan langsung dari sang petarung:

“Kita mencapai titik tertentu dalam kehidupan ini di mana semuanya tidak cukup. Hal-hal di sekitar kita tidak cukup untuk memotivasi kita dan menjaga kita di jalan yang benar dan menjaga kita tetap disiplin. Perlu ada hal lain.”

“Dan bagi saya, itu adalah pedoman tentang etika dan moralitas dan tentu saja meyakini bahwa ada hal lain di luar sana. Dan kisah tentang bagaimana saya menjadi Muslim, mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tetapi bagi yang lain tidak. Semuanya bermuara pada sebuah podcast.”

“Saya mendengarkan sejarah Kekristenan. Saya mendengarkannya dan saya sudah tahu sebagian dari sejarah Kekristenan, tetapi saya tidak pernah dibaptis ketika saya lahir, tidak pernah benar-benar didorong ke agama tertentu. Kemudian di waktu berikutnya, berbulan-bulan kemudian, saya sudah melupakannya lagi.”

“Dan saya seperti, saya butuh podcast lain. Jadi saya seperti, saya akan mendengarkan sejarah Islam, agama yang berbeda, benar-benar terpisah, sesuatu yang baru. Saya mengamalkannya (walau belum masuk Islam) dan saya merasa, ini tidak terpisah.”

“Jadi saya sudah tahu sedikit tentang Kekristenan. Jadi saya mulai benar-benar mempelajari Islam dan sejarahnya atau sejarah para nabi. Dan kemudian menemukan bahwa itu (Islam) bukan hanya agama (ritual), tetapi juga pedoman tentang cara hidup yang etis dan bermoral.”

“Dan itu langsung cocok dengan saya karena itu adalah hal-hal yang saya rasa saya butuhkan untuk membawa saya ke tingkat berikutnya.”

[VIDEO]

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar