Ambil contoh mabuk. Orang berduit bisa beli minuman keras legal atau bahkan narkotika ilegal. Sementara yang kurang mampu punya 'pilihan' sendiri, seperti minuman oplosan murah yang seringkali berakhir tragis. Mabuk, kita semua tahu, sering jadi pemicu beragam kejahatan lainnya. Ia bagaikan induk yang melahirkan masalah baru.
Di sisi lain, judi juga tak kalah bahayanya. Dampaknya langsung menghancurkan sendi-sendi ekonomi keluarga. Bukan cuma itu, dari situlah kemudian muncul kejahatan lain seperti pencurian, korupsi, sampai perampokan. Baru-baru ini di Manokwari, seorang wanita bahkan dimutilasi oleh pelaku yang diduga kuat kecanduan judi. Sungguh mengerikan.
Jadi, rasanya wajar kalau hanya dua hal inilah yang mendapat perhatian ekstra dengan disebutkan ulang. Alasannya jelas: kerusakan yang ditimbulkannya begitu nyata dan merata.
Artikel Terkait
Bambang Tri Mulyono Kembali ke Meja Hijau, Gugat Ijazah Presiden di Ulang Tahunnya
Tito Karnavian Kualat Lupa Sebut Nama Purbaya di Rapat Satgas Aceh
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise