Dalam kesempatan terpisah, Presiden Trump memberikan pujian yang cukup mengejutkan. Dia menyatakan keyakinannya bahwa Mamdani mampu menjalankan tugas sebagai wali kota dengan baik.
"Saya pikir dia akan mengejutkan beberapa orang konservatif," ujar Trump tentang Mamdani. "Saya merasa sangat yakin bahwa dia dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik."
Trump juga membocorkan sedikit isi pembicaraan mereka. "Kami membicarakan tentang perumahan, bagaimana membangun perumahan," katanya. Dia bahkan menyebut Mamdani "menjalankan kampanye yang luar biasa melawan orang-orang cerdas."
Bagaimana dengan sebutan "komunis" yang pernah dilontarkannya? Trump tampak berusaha meredamnya. Dia bilang evolusi politik adalah hal wajar. "Kita semua berubah. Saya banyak berubah," ucapnya singkat.
Di sisi lain, Mamdani yang sebelumnya tak segan menyebut Trump sebagai "despot" dengan "agenda fasis" juga memberikan respons positif. Dia menggambarkan pertemuan itu produktif meski banyak perbedaan di antara mereka.
"Yang sangat saya hargai dari presiden adalah bahwa pertemuan ini tidak berfokus pada hal-hal yang tidak kami sepakati, yang mana ada banyak, tetapi berfokus pada tujuan bersama yang kami miliki dalam melayani warga New York," jelas Mamdani.
Artikel Terkait
Indonesia Tawarkan Mediasi, Serukan Deeskalasi Usai Serangan AS-Israel ke Iran
AS dan Israel Lancarkan Serangan Langsung ke Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Terbuka
Tiga Eks Kapolres Alami Rotasi dalam Mutasi Polri Akhir Februari 2026
IKA Unhas Gelar Buka Puasa Bersama, Amran Sulaiman Diharapkan Jadi Orang ke-2 di RI