Lantas, mengapa memilih Sekolah Rakyat? Alfais menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dinilai punya efektivitas tinggi. Selain itu, agenda pencegahannya juga selaras dengan upaya yang digalakkan Mabes Polri.
“Memang enggak cuma Sekolah Rakyat sih, kita juga datangi sekolah-sekolah lain di Aceh. Tapi di sini kami rasa lebih tepat,” ungkapnya.
Harapannya, para siswa dan guru yang sudah mendapat sosialisasi bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Siapa tahu di sekitar kita, bahkan dalam keluarga sendiri, ada yang sudah terpapar paham intoleran atau radikal. Lewat para siswa ini, pesan pencegahan bisa disebarluaskan,” tuturnya.
Di sisi lain, Alfais menekankan bahwa upaya pencegahan terorisme bukan hanya tugas Densus 88. “Kami enggak bisa jalan sendirian. Butuh keterlibatan semua unsur masyarakat,” tegasnya.
Salah satu siswi, April (15), mengaku baru pertama kali mendapat sosialisasi semacam ini. “Tadi diajarin tentang terorisme, radikalisme, dan dampak buruknya. Itu perbuatan yang jelas salah. Baru masuk Sekolah Rakyat, dapat pengetahuan kayak gini,” ujarnya.
Artikel Terkait
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati