Yang tersisa hanyalah beberapa pohon yang masih tegak berdiri, meski sebagian batangnya sudah tertimbun material. Di balik kehancuran itu, air terlihat mengalir turun dari lereng, menambah kesan muram lanskap yang porak-poranda.
Seorang pemuda di lokasi dengan singkat namun jelas menggambarkan situasinya.
“SD 2 (Supiturang) ya itu, sudah rata tanah,” ucapnya.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan