Medan digegerkan oleh aksi penganiayaan yang dilakukan seorang anggota polisi terhadap pengendara motor. Tapi belakangan, terungkap fakta mengejutkan tentang pelaku. Bripda G, oknum yang memukuli ALP di depan Mapolda Sumut, ternyata punya riwayat gangguan jiwa.
Menurut keterangan resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Medan, dia sudah didiagnosa skizofrenia sejak 2021. "Ini gangguan jiwa berat," jelas dr Superida, dokter spesialis kejiwaan di rumah sakit tersebut. Dia menerangkan bahwa kondisi seperti ini mempengaruhi perilaku, daya ingat, dan yang paling kentara: stabilitas emosi. "Emosinya pasti kurang stabil," tambahnya saat berbicara di Mapolda Sumut, Kamis lalu.
Riwayat perawatannya sendiri cukup panjang. Awalnya, Bripda G ditangani oleh RSJ Prof Ildrem. Beberapa tahun terakhir, perawatannya dialihkan ke RS Bhayangkara. "Beliau kami rawat sejak tahun 2001 di RSJ Prof Ildrem, baru beberapa tahun ini lanjut ke saya," ujar Superida.
Menurut sang dokter, kondisi Bripda G sebenarnya bisa stabil. Namun begitu, ada satu hal yang bisa memicu kekambuhannya. "Itu bila ada pemicunya," katanya singkat. Meski tidak merinci penyebab pastinya, dia menyebut salah satu pemicu keluhan Bripda G adalah perceraian dengan istrinya.
Lantas, kenapa dia masih diizinkan bertugas? Pertanyaan ini mengemuka kuat di masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, pun angkat bicara. Alasannya, Bripda G tidak punya catatan kriminal sebelumnya dan masih dalam masa perawatan. "Sudah cukup lama kami melakukan pengobatan dan karena yang bersangkutan belum punya track record tindakan menyimpang. Jadi masih dalam perawatan berobat jalan untuk saat ini," paparnya. Namun begitu, pasca-kejadian ini, Bripda G langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk observasi lanjutan.
Artikel Terkait
Status Anak Asuh Arkana Tak Tersentuh Putusan Perceraian Ridwan Kamil-Atalia
JPU Tolak Eksepsi Nadiem, Tuntut Sidang Lanjut di Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
Prabowo: Prestasi Atlet di SEA Games 2025 Cermin Kekuatan Bangsa
25 Desa Lenyap Ditelan Bencana, Pemerintah Siapkan Opsi Relokasi