Angka tawuran di Jakarta diklaim turun cukup drastis. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan hal itu usai menghadiri Apel Satuan Tugas Jaga Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari perubahan pendekatan yang dilakukan pemprov. Alih-alih sekadar operasi, mereka kini lebih memilih turun langsung dan bertemu warga.
“Seperti yang kami lakukan di berbagai tempat, sekarang pendekatannya lebih pendekatan yang bersifat human approach,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, metode ini intinya adalah pendekatan personal. Timnya mendatangi kelompok-kelompok tersebut secara diam-diam, tanpa sorotan publik yang berlebihan.
“Tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan, karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu, tanpa kemudian harus terekspos,” kata Pramono menambahkan.
Di sisi lain, ternyata ada permintaan khusus dari para anak muda itu sendiri. Mereka ingin energi dan waktunya dialihkan untuk hal yang lebih produktif.
“Mereka memang meminta untuk itu, termasuk kemudian menyalurkan energinya untuk bekerja,” tegas dia.
Merespons hal itu, Pemprov pun bergerak cepat. Ruang dan kesempatan dibuka lebar-lebar.
“Maka kenapa kemudian kami membuka job fair di beberapa tempat dan rata-rata kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta,” pungkas Gubernur. Upaya ini, meski belum sempurna, setidaknya memberi angin segar bagi kondisi ibu kota.
Artikel Terkait
Ghana Lolos ke Piala Dunia 2026, Carlos Queiroz Hadapi Tantangan Berat Tanpa Kudus dan Sejumlah Pilar
Harga Emas Antam Turun Rp25.000 per Gram pada Perdagangan Selasa
BMKG Minta Warga Pesisir Sulsel Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan dan Angin Kencang Diprakirakan Terjadi Selasa
Wakil Bupati Bone Inspeksi Mendadak Tanjung Pallette, Pastikan Kebersihan dan Pelayanan Jadi Prioritas