Karpet merah Festival Film Internasional San Sebastian 2025 tak hanya memamerkan glamor. Di tengah sorotan kamera dan gemerlap lampu, aktor Spanyol Álvaro Morte yang melejit lewat perannya sebagai "The Professor" dalam serial Netflix "Money Heist" memilih menyampaikan pesan halus namun bermakna. Di kerah jasnya, terpampang pin berbentuk semangka dengan tulisan "Genozidioa Stop", yang dalam bahasa Basque berarti "Hentikan Genosida".
Foto itu beredar luas belakangan ini, diambil saat ia mempromosikan miniseri terbarunya "Anatomía de un instante". Tampak jelas bagaimana Morte menyelaraskan diri dengan gelombang seruan perdamaian untuk Gaza, di tengah situasi yang masih memanas pasca gencatan senjata.
Tak cuma itu, sang aktor juga mengunggah foto-foto tersebut di akun Instagram resminya hari ini. Seolah ingin memastikan pesannya sampai ke lebih banyak orang.
Pin semangka itu sendiri sudah jadi simbol yang punya cerita panjang. Warnanya merah, hijau, hitam, dan putih sengaja dipilih karena merepresentasikan bendera Palestina. Sebuah simbol solidaritas yang kini menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Di sisi lain, Morte tidak sendirian. Dalam pemutaran film "Anatomía de un instante" yang disutradarai Alberto Rodríguez itu, ia hadir bersama dua rekannya: Eduard Fernández dan Manolo Solo. Film yang diadaptasi dari buku Javier Cercas tentang upaya kudeta Spanyol 1981 ini sendiri punya tema yang relevan tentang perlawanan politik dan perjuangan menegakkan keadilan.
Tapi pesan politik justru makin kuat disuarakan Fernández. Saat menerima Penghargaan Sinematografi Nasional Spanyol di festival yang sama, ia muncul dengan keffiyeh melingkar di leher. Yang lebih menggugah, dalam pidato penerimaannya, ia menyebut satu per satu nama korban muda di Gaza. Situasi itu ia sebut sebagai cerminan "kebarbaran" yang masih terjadi di peradaban global.
Festival San Sebastian rupanya memang mengambil sikap tegas. Manajemennya secara resmi mengeluarkan surat terbuka yang mengutuk genosida di Gaza oleh pasukan Israel di bawah PM Benjamin Netanyahu.
Suasana protes juga terasa sejak awal. Pengunjuk rasa dengan bendera Palestina memadati karpet merah pembukaan. Sementara tokoh-tokoh berpengaruh seperti produser Esther García dan sutradara legendaris Pedro Almodóvar tak ketinggalan menyuarakan seruan gencatan senjata dalam berbagai kesempatan penghargaan.
García, yang mendapat Penghargaan Donostia, juga tampil dengan lencana "Hentikan Genosida" berwarna semangka. Sebuah kesatuan pesan yang disampaikan dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Adies Kadir Segera Dilantik sebagai Hakim MK di Hadapan Presiden Prabowo
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar