Warga Gaza Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Intensitas Pengawasan Israel Kian Menggila

- Jumat, 21 November 2025 | 05:25 WIB
Warga Gaza Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Intensitas Pengawasan Israel Kian Menggila

Gaza (SI Online) – Situasi di Gaza kian mencekam. Otoritas Keamanan Perlawanan di Jalur Gaza pada Rabu (19/11) mengeluarkan peringatan keamanan baru. Ini bukan peringatan biasa, melainkan respons atas situasi yang memburuk dengan cepat dalam beberapa jam terakhir. Mereka menekankan, kewaspadaan harus ditingkatkan dan langkah-langkah pencegahan wajib dipatuhi. Semua ini menyusul makin banyaknya indikasi aktivitas pengawasan bermusuhan di wilayah yang terus diguncang serangan Israel.

Lewat pernyataan resminya, otoritas keamanan menjelaskan bahwa rekomendasi dari platform Guardian dari Resistance Security adalah bagian dari upaya meningkatkan kesiagaan. Mereka meminta warga untuk lebih berhati-hati dalam bergerak dan tampil di ruang publik. Selain itu, setiap perubahan pada pola penerbangan atau aktivitas pergerakan di Gaza harus direspons dengan serius.

Laporan dari lapangan sendiri menyebut, "kehati-hatian maksimal" mutlak diperlukan untuk mencegah kemungkinan penargetan oleh pasukan Israel.

Di sisi lain, rekomendasi ini juga mengingatkan agar warga waspada terhadap komunikasi yang tidak tepercaya. Penggunaan perangkat elektronik sebaiknya dibatasi seminimal mungkin. Hindari membuka aplikasi yang tidak perlu, apalagi pakai gawai pribadi untuk hal-hal sensitif. Langkah ini penting, mengingat intensitas pemantauan dan penyadapan yang kian menjadi-jadi.

Komite Keamanan Perlawanan menegaskan, disiplin dan kewaspadaan adalah kunci. Kepatuhan terhadap praktik keamanan yang baik disebut sebagai garis pertahanan pertama melawan upaya penargetan Israel. Mereka meyakini, menaati prosedur umum bisa mengurangi risiko bahaya secara signifikan. Terutama bagi warga yang tinggal di zona rawan pemantauan dan serangan.

Peringatan ini muncul di tengah kejahatan Israel yang terus meluas sejak 7 Oktober 2023. Aksi-aksi itu didukung penuh oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Serangkaian kejahatan perang terjadi: pembunuhan, kelaparan yang disengaja, perusakan, pemindahan paksa, hingga penangkapan sewenang-wenang. Semua berlangsung meski desakan internasional dan putusan Mahkamah Internasional telah meminta penghentian tindakan genosida di Gaza.

Akibatnya? Lebih dari 239.000 warga Palestina menjadi korban, baik tewas maupun luka-luka. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Lebih dari 11.000 orang lainnya dinyatakan hilang. Sementara itu, ratusan ribu orang terus mengungsi dalam kondisi yang sungguh memilukan.

Krisis kemanusiaan makin menjadi. Kelaparan akut sudah merenggut banyak nyawa, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap kekurangan gizi ekstrem.

Peringatan keamanan terbaru ini tentu menambah beban warga Gaza. Hidup mereka sudah lama dihantui ancaman serangan dan pemantauan agresif. Tekanan dunia terhadap Israel memang meningkat, tapi pelanggaran dan kejahatan perang tak kunjung berhenti. Rakyat Gaza pun tetap terperangkap dalam ketidakpastian, dengan bayangan ancaman yang tak pernah sirna.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar