Morowali Bergemuruh, 27 Ribu Prajurit Diterjunkan Jaga Kekayaan Alam

- Jumat, 21 November 2025 | 04:50 WIB
Morowali Bergemuruh, 27 Ribu Prajurit Diterjunkan Jaga Kekayaan Alam

Latihan TNI Terbesar di Morowali: 26.998 Prajurit Dikerahkan untuk Amankan Sumber Daya Alam

Langit Morowali pagi itu pecah oleh deru pesawat tempur dan penerjunan pasukan. Di Bandara PT IMIP, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11), ribuan prajurit bergerak serentak dalam Latihan Komando Gabungan TNI 2025. Hadir menyaksikan langsung, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf bersama pejabat tinggi lainnya.

Tak tanggung-tanggung, latihan kali ini melibatkan 26.998 personel dari berbagai matra. Jumlah yang fantastis. Mereka menunjukkan kemampuan TNI menghadapi beragam ancaman, terutama yang mengincar sumber daya alam nasional. Yang menarik, latihan ini benar-benar memadukan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu kesatuan operasi. Interoperabilitasnya terlihat makin matang dan terukur.

Di sela-sela latihan, Menhan Sjafrie yang juga Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional angkat bicara. Dengan tegas ia menyampaikan pesan pemerintah.

"Tujuannya satu," ujarnya di depan awak media, "Bagaimana kita sebagai negara berdaulat punya kemampuan menegakkan peraturan dan melakukan penertiban untuk pengamanan SDA. Ini bagian dari kedaulatan NKRI."

Menurut sejumlah saksi, latihan berlangsung sangat intens. Dari udara, terlihat manuver menakjubkan pasukan KDOL yang terjun bebas, diikuti operasi OP3U untuk merebut pangkalan udara. Ada juga skenario force down terhadap pesawat pelanggar dan aksi sabotase sasaran strategis. Dari laut, TNI AL tak kalah garang dengan demonstrasi penindakan kapal illegal fishing.

Di sisi lain, Sjafrie menyoroti maraknya pelanggaran di sektor pertambangan. Katanya, banyak pihak memanfaatkan celah hukum untuk keuntungan pribadi. "Berbagai modus terus bermunculan dari kelompok berkepentingan yang sengaja mengeruk kekayaan negara," tegasnya. Karena itulah, diperlukan langkah penertiban yang konsisten dan terukur.

Pemerintah berkomitmen penuh melanjutkan pengamanan di wilayah rawan pelanggaran. Setiap temuan ilegal akan langsung diproses hukum. "Ini bukti kehadiran negara melawan kegiatan ilegal yang selama ini sangat merugikan," tambah Sjafrie.

Menutup arahannya, Menhan menegaskan komitmen tanpa kompromi untuk menjaga kedaulatan. Upaya penertiban tak hanya fokus di Bangka atau Morowali, tapi mencakup seluruh Indonesia. "Kita terus bekerja untuk rakyat dan harus tegakkan semua aturan tanpa pandang bulu," pungkasnya.

Latihan ini bukan sekadar pertunjukan. Lebih dari itu, ia menguji kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan efektivitas operasi gabungan TNI di berbagai medan. Sebuah pesan jelas bahwa Indonesia serius melindungi asetnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar