INDRAMAYU – Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana saat video 18 detik itu menyebar di media sosial. Dalam rekaman singkat tersebut, terlihat jelas beberapa siswa melakukan penganiayaan terhadap adik kelasnya yang tak berdaya. Korban diikat tangan dan kakinya di meja, tubuhnya dijepit, hingga terdengar rintihan kesakitan.
Yang bikin miris, bukannya menolong, beberapa kakak kelas lain malah menertawakan penderitaan korban sambil mengabadikan momen memilukan itu.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak SMA Negeri 1 Losarang akhirnya buka suara. Kepala sekolah, Ade Sumantri, punya penjelasan berbeda. Menurutnya, kejadian ini bermula dari candaan antar siswa yang kelewat batas. Bukan perundungan murni seperti yang banyak diasumsikan publik.
"Setelah kasus ini viral dan ramai diperbincangkan, kami mengundang orang tua pelaku dan korban untuk melakukan mediasi di sekolah," ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik