Hamas Lepas Kendali Gaza: Teknokrat Akan Pimpin, Ini Rencana Besar Selanjutnya

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 08:35 WIB
Hamas Lepas Kendali Gaza: Teknokrat Akan Pimpin, Ini Rencana Besar Selanjutnya

Hamas Setuju Serahkan Pemerintahan Gaza ke Kelompok Teknokrat

Faksi-faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas, telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyerahkan mandat pemerintahan sementara di Jalur Gaza kepada kelompok independen beranggotakan para teknokrat. Keputusan penting ini diambil dalam pertemuan berbagai faksi Palestina yang berlangsung di Kairo, Mesir.

Komite Internasional untuk Rekonstruksi Gaza

Pertemuan di Kairo juga menghasilkan kesepakatan pembentukan komite internasional khusus yang akan bertugas mengawasi proses pembangunan kembali Gaza. Komite ini akan mengelola pembiayaan dan pelaksanaan rencana rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik.

Pemerintahan Sementara oleh Teknokrat Lokal

Berdasarkan pernyataan resmi Hamas, pemerintahan sementara Gaza akan diserahkan kepada komisi yang terdiri dari teknokrat lokal. Kelompok ini akan bertanggung jawab mengelola kehidupan sehari-hari masyarakat Gaza pascaperang, dengan bekerja sama erat bersama negara-negara Arab dan organisasi internasional.

Permintaan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Faksi-faksi Palestina menekankan pentingnya adopsi resolusi PBB tentang penempatan pasukan penjaga perdamaian di Gaza. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata dengan Israel secara berkelanjutan.

Implementasi Rencana Perdamaian Tahap Awal

Sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap awal, Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup Israel dan 28 jenazah. Sebagai imbalannya, Israel diwajibkan membebaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza serta 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Kewajiban Israel dalam Kesepakatan

Pada tahap ini, Israel juga diharuskan menarik pasukannya ke garis kuning dan membuka perbatasan untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan. Namun, kedua poin kesepakatan penting ini dilaporkan masih dilanggar oleh militer Zionis.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler