Belum selesai dengan masalah itu, awal bulan ini Google kembali dituding diam-diam mengizinkan Gemini mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan. Ada gugatan hukum di pengadilan federal California yang menyebut bahwa perusahaan itu membiarkan asisten AI-nya menyadap komunikasi pribadi di layanan Gmail, obrolan, dan konferensi video.
Di sisi lain, perkembangan pesat teknologi AI memang telah mendongkrak valuasi di sektor ini. Tapi, banyak juga yang waswas. Di Silicon Valley dan sekitarnya, muncul peringatan soal potensi gelembung investasi. Perusahaan-perusahaan berlomba menghabiskan dana besar demi mengamankan posisi di industri yang sedang naik daun ini.
Persaingan pun semakin ketat. Raksasa teknologi seperti Google berusaha mengejar layanan semacam ChatGPT, yang sebelumnya sudah lebih dulu menantang dominasi mereka di dunia pencarian daring. Investasi di bidang AI pun kian digenjot.
Pengeluaran tahunan untuk AI di kalangan perusahaan teknologi besar diperkirakan mencapai $400 miliar. Saat ditanya apakah Google bakal aman jika gelembung AI meletus, Pichai menjawab dengan jujur: "Saya rasa tidak ada perusahaan yang akan kebal, termasuk kami."
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini